MAU DAPET PACAR?JANGAN KEBANYAKAN MIKIR!!!


Kadang Kepintaran dan Kejeniusan LOGIKA anda dapat
menjadi HALANGAN BESAR untuk kesuksesan anda sendiri.

baik itu sebuah pekerjaan, pertemanan dan PERCINTAAN.

Banyak sekali kasus yang saya alami dan yang saya
lihat tentang kegagalan yang justru disebabkan oleh
kepintaran dan kejeniusan berfikir.

Kadang otak LOGIKA kita sendiri menantang dan menarik
kita untuk TIDAK MAJU dan hanya LARI-LARI ditempat...
kita merasa sudah BERUSAHA dan MELAKUKAN yang terbaik,
namun pada kenyataannya hal tersebut hanya dipikiran
saja… Kita merasa sudah MAJU DENGAN CEPAT namun
kenyataannya kita hanya LARI DI TEMPAT.

Contohnya, pada saat saya melihat seorang gadis
cantik sedang duduk sendiri di starbucks dengan
laptopnya, sudah tentu saya INGIN menghampirinya,
duduk, dan membuka pembicaraan.

Sangat sederhana bukan?

PERHATIKAN 3 HAL BERIKUT INI SEKALI LAGI!

MENGHAMPIRI lalu DUDUK lalu MEMBUKA PEMBICARAAN.

THAT'S IT.

Tapi apa yang terjadi? Bahkan sebelum saya
menghampirinya OTAK LOGIKA saya langsung berbicara
kepada saya "mana mungkin bisa seperti itu?" dan
seperti biasa, si otak logika langsung memberikan
ALASAN-ALASAN yang sudah tentu masuk akal dan sulit
untuk kita tolak...

Contohnya, OTAK LOGIKA akan langsung meng-analisa
semua kegagalan yang mungkin terjadi seperti:

+ Bagaimana jika wanita itu tidak ramah?
+ Bagaimana jika dia ramah tapi itu kulitnya saja?
+ Bagaimana jika nanti saya ditolak dan jadi malu?
+ Bagaimana jika ternyata pacarnya lagi di toilet?
+ Bagaimana jika pada saat pembicaraan saya keabisan pembicaraan?

Dan List tersebut terus menerus bertambah dan
bertambah. Khususnya bagi anda yang cukup pintar dan
analitis, maka RIBUAN "flow chart kemungkinan" akan
muncul.

Pada akhirnya, saya hanya duduk dan BERFIKIR KERAS
tanpa ACTION. Penyakit ini bukanlah NATO (No Action
TALK Only) melainkan NATO (No Action THINK Only).

Lucunya, pada saat saya TIDAK BERBUAT APA-APA dan
terus berfikir, otak logika sayapun memberikan ALASAN
yang BAGUS, yaitu PALING TIDAK SAYA SUDAH MENG-ANALISA
dan BERUSAHA BERFIKIR walaupun saya tidak berbuat
apa-apa... dengan begitu, saya MERASA SUDAH MELAKUKAN
USAHA, padahal tidak sama sekali.

Anda bisa lihat betapa MEMBUTAKAN nya hal ini?

Kita sering berfikir bahwa "dengan hanya BERFIKIR
kita sudah melakukan ACTION". Yang pada akhirnya, pada
saat HASIL yang kita INGINKAN tidak kunjung datang,
kita menyalahkan NASIB atau TAKDIR, padahal itu salah
kita sendiri.

Lalu apa yang harus kita lakukan?

Jawabannya adalah:

+ JUST - DO - IT - NO - MATTER - WHAT, dan
+ STOP BERLEBIHAN MENG-ANALISA.

APALAGI MERAPAL MANTRA-MANTRA J

Jika anda sudah dapat berfikir setingkat LEVEL ini,
maka anda akan BERHASIL.

Hal ini mengingatkan saya kepada sebuah cerita
Thariq Bin Ziyad


Beberapa ribu prajurit Thariq berlayar ke sebuah
pulau untuk menguasai pulau tersebut... Setelah mereka
tiba di pulau tersebut, mereka baru SADAR bahwa musuh
mereka 8x lebih banyak… Mereka masih punya kesempatan
untuk LARI dan MUNDUR… Namun sang JENDRAL sudah
membakar habis semua kapal tanpa sisa... Pilihan
mereka kini tinggal dua: MENANG atau MATI.

....AJAIBNYA mereka MENANG...

Oleh karena itu, jika anda ingin MENGHAMPIRI seorang
wanita namun LOGIKA anda menantang anda, anda tidak
perlu peduli... anda hanya harus JUST DO IT...

Lalu bukankah itu nekad dan konyol?

Tidak, Itu namanya CONFIDENCE atau PERCAYA DIRI. Akan
lebih konyol lagi anda TIDAK MELAKUKAN APA-APA namun
berharap MENDAPAT sesuatu.

Lalu bagaimana dengan RESIKO nya?

Resiko ya tinggal resiko!... HADAPI SAJA.

Saya sering mencoba hal-hal yang mungkin agak
berlebihan dalam menghampiri wanita yang saya tidak
kenal dan memulai pembicaraan. Dan soal RESIKO, kadang
saya dapatkan solusinya pada saat saya sudah berada di
tengah-tengah pembicaraan… solusi untuk resiko itu
seperti muncul dengan sendirinya jika saya mendorong
diri saya untuk JUST DO IT... itu seperti kekuatan maha
dasyat yang datang secara instant...

Dan jika memang pada saat itu saya "stuck" dan tidak
tau berbuat apa-apa, lain kali jika saya menghadapi
hal yang sama, saya paling tidak sudah tau harus
bagaimana.


Bagi saya tidak ada yang namanya gagal, yang ada
hanya FEEDBACK atau ARUS-BALIK yang justru sangat
berguna untuk MENUNJUKAN KESALAHAN saya.

Jangan pikir anda tau kesalahan anda dengan hanya
BERFIKIR, anda akan tau kesalahan anda sesungguhnya
jika anda melakukan ACTION.

Saya punya cerita mengenai teman saya

Namanya M, dia sudah berkeluarga dan di karuniai oleh 2 orang anak

Singkat cerita istrinya terkena cancer/kangker

setelah melalui saat yang panjang

akhirnya sang istri tercinta menghadap sang Pencipta.

Selang beberapa tahun dia bertemu dengan 2 orang wanita

yang 1 memang terlihat lebih matang

Tanpa pikir panjang dia pun lalu menghampiri seraya berkata :

Maaf Mba boleh saya kenal dengan adiknya

Adik? jawab wanita yg lebih tua, ini anak saya Mas.

Wah ternyata malah ini adalah suatu keajaiban, karena apa?

Karena Ini kesempatan buat dia mengenal anak sekaligus Ibunya

Singkat cerita

setelah beberapa lama setelah perkenalan itu teman saya melanjutkan ACTIONNYA

dan BOOOMMM Cuma dalam waktu 1 bln mereka pun menikah!!

Mungkin kedengaran mustahil, tapi
itulah yang terjadi... sayapun kadang masih tidak
percaya...(ini real story lho)

kontak saya kalau tidak percaya.nanti saya konfrontir dengan yg bersangkutan.hehehe


Kenyataan yang ada adalah: APAPUN bisa saja terjadi
jika kita TAKE ACTION. Kemungkinan akan Keberhasilan
anda adalah TAK TERBATAS jika anda membuka diri untuk
mengambil Resiko dan Melawan semua pikiran-pikiran
negatif anda sendiri.

Jadi, bagi anda yang masih bergumul dengan No Action
Think Only, khususnya anda yang cukup PINTAR dan
Analitis, My Advice To You is:

JUST - DO - IT and YOU'LL - GET - IT


You'll never know what's going to happen!

Coba dan Lihat Hasilnya.

sumber : kaskus-dudin

Penghianatan pacar



Siapapun anda pasti tak ingin dikhianatai oleh orang tercinta bukan?baik itu pacar,teman dekat,istri.memang ini bukan perkara mudah,karena sering kali berujung dengan keadaan yang tidak enak yang membuat kita geram,dendam,sedih,lesu, seakan hidup tak berguna lagi dan sekelumit perasaan yang mungkin beraneka ragam. saya pun pernah merasakan hal tersebut...hehehe..apalagi waktu itu saya pun masih bau kencur..berarti sekarang sudah tua ya?hehehe..ya belum juga sih.karena pada saat itu saya belum tau ilmunya atau jurusnya.wah sudah kaya jawara atau pesilat aja ya. nah sekarang keadaannya berbeda,ceritanya begini : dengarkan dan rasakan baik-baik ya..ok.saya mempunyai seorang karyawan yang berinisial S, nah sudah hampir 1 bln ini dia selalu terlihat murung, dan sering kali menangis.cuma selalu ditutup-tutupi ketika saya tanya. Namun karena saya merasa iba dan dengan niat ingin membantu saya korek2 terus.akhirnya terungkaplah bahwa ternyata cinta monyetnya telah dikhianati oleh sang pacar :) dan parahnya lagi bukan sekedar selingkuh biasa,tapi sudah ngasih DP wanita selingkuhannya itu!!waduhhhh...saya aja yang mendengar lumayan geram..hahaha.apalagi yang merasakan ya.hmmm..namun dengan bekal pelajaran dan pengetahuan yang pernah dapatkan maka dengan niat yang baik untuk membantu maka saya tawarkan untuk terapi melepaskan emosi yang terpendam.dan S pun menyetujuinya,ya iyalah secara dikhianatai gitu loh..heu..heu..saya memulainya dengan segelas air putih hangat untuk dia minum agar perdaran darahnya lancar.kemudian saya lanjutkan dengan apa yang dikenal dengan SEFT, yang dikembangkan oleh ahmad faiz. SEFT itu kepanjangan dari Spiritual Emotional Freedom tekhnik atau mudahnya disebut tekhnik pelepasan emosi yang mengikhlaskan keadaannya hanya kepada sang khalik..Allah SWT.dalam 3 kali putaran saya sudahi. dengan maskud apa ada perasaan atau keadaan yang berbeda.kemudian saya tanya dan S pun menjawab lebih enak perasaannya. namun karena saya ingin lebih mengetahui apa yang menjadi permasalahannya maka saya memasuki gerbang alam bawah sadarnya. tentu bukan tekhnik SEFT lagi yang saya gunakan, namun sudah masuk ke Hypnoterapi.singkat cerita S lebih kecewa dengan masa kehidupan yang dilalui dengan W (X pacar S) yang sudah berlangsung selama 3 tahun, ketimbang menghamili anak orang. disana saya proyeksikan S untuk berbicara face to face dengan W. setelah sesi berakhir S pun tersenyum bahagia.dia bilang plong..saya pun berucap Alhamdulillah....ini adalah cerita sebenarnya yang dialami oleh karyawan saya. Omong-omong saya juga dalam tahap belajar hypno lho... tapi untuk lebih afdol lebih baik hubungi Mas Andri hakim.saya pun masih jauhhhh dari seorang hypnoterapi.saya hanya mempraktekan dan hitung2 mencoba apa yang diajarkan di level 1 dan apa yang ada di buku karangan Mas Andri Hakim. mau lanjut sampai level 4 belum ada modal Mas..hehe. Berminat belajar hypnoterapi ??? kunjungi website beliau Di www.wisdomhypnotherapy.com.

manisnya hidup





“Habis manis, sepah dibuang,” betapa pandainya para sepuh kita membuat perumpamaan. Orang-orang yang dinilai sudah tidak berguna lagi disisihkan begitu saja. Kadang kita marah, kalau diperlakukan seperti sepah. Padahal, kita juga akan membuang sepah itu jika sudah tidak ada lagi rasa manisnya. Ini soal siapa pelaku dan siapa korbannya saja. Kita tidak suka jadi korban, itu saja. Bukankah kita juga tidak ingin menyimpan sepah dirumah? Wajar jika sepah itu dibuang. Yang tidak wajar adalah yang belum menjadi sepah sudah dibuang. Juga tidak wajar jika kita sudah menjadi sepah, tetapi menuntut orang lain untuk terus menerus menikmati rasa manis yang sudah tidak kita miliki lagi. Ngomong-ngomong, ‘sepah’ itu apa sih?

Meski bukan daerah penghasil gula, namun di rumah masa kecil saya terdapat rumpun-rumpun pohon tebu. Kami menggunakan parang untuk memotong batangnya, lalu mengupas kulitnya. Kemudian memotong batang tebu itu menjadi seukuran jari-jari telunjuk. Setelah itu? Kami mengungahnya. Rasa manis memenuhi mulut kami. Lalu tiba saatnya dimana kunyahan itu hanya menyisakan rasa tawar saja. Di mulut kami sekarang hanya tertinggal ampas. Kami meludahkan ampas itu ke tanah. Benda tak berdaya diatas tanah itulah yang kita sebut sebagai sepah. Habis manis, sepah dibuang. Memangnya harus diapakan lagi sepah itu jika tidak dibuang? Kita sering menggambarkan hidup yang sudah tidak berguna sebagai sepah. Kita sadar jika sudah tidak berguna, tetapi masih ngotot untuk tidak dibuang. Itu mengindikasikan bahwa ini adalah saatnya untuk mengubah paradigma tentang hidup. Bagi Anda yang tertarik menemani saya belajar memperbaiki paradigma hidup itu; saya ajak untuk memulainya dengan memahami 5 sudut pandang Natural Intelligence berikut ini:
1. Jadilah pemanis kehidupan.

Disekitar kita begitu banyak orang yang suka minum kopi. Tetapi, saya hampir tidak pernah mengenal orang yang minum kopi tanpa gula. Bahkan sekalipun kita menyebutnya ‘kopi pahit’, ternyata ya menggunakan gula juga. Mengapa gula selalu ada dalam setiap cangkir kopi yang disajikan? Karena gula membuat rasa pahit pada kopi terasa menjadi manis. Anda yang mengetahui rasa asli kopi tentu tahu jika sebenarnya kopi itu mirip arang. Karbon yang tersisa dari benda hangus. Makanya rasanya tidak benar-benar enak. Tetapi, ketika kedalam seduhan kopi pahit itu kita bubuhkan gula; tiba-tiba saja kita menikmatinya. Bahkan menjadikannya sebagai minuman favorit. Bayangkan jika kita bisa membuat rasa pahit kehidupan menjadi terasa manis. Tentunya kita tidak akan lagi harus disiksa oleh rasa pahit itu. Bahkan boleh jadi, kita menjadi penikmat rasa pahit itu. Kita bisa menari dalam deraan tantangan dan rintangan. Kita masih bisa tersenyum ditengah terpaan angin cobaan. Dan kita masih bisa bersyukur meski tengah berada dalam pahit getirnya cobaan hidup. Semoga kita bisa menjadi pribadi yang mampu memaniskan kehidupan.
2. Jadilah pribadi yang manis, maka pasti selalu dikerubuti.

Ditempat tidur saya tiba-tiba saja banyak sekali semut. Setelah diperiksa, ternyata ada sisa-sisa gula dari kue kering yang kami makan bersama anak-anak. Ternyata benar; ada gula, ada semut. Para semut tidak lagi memperdulikan lokasi dan situasi. Dimana ada gula, kesitulah mereka berbondong beriringan. Ini tidak hanya benar bagi para semut. Coba saja perhatikan orang-orang yang bisa memberi manfaat bagi lingkungannya. Para dermawan, selalu dikerubungi oleh para pengikut setianya. Para alim ulama dan orang-orang berilmu, selalu menjadi rujukan para pencari pencerahan. Siapapun yang bisa memberi manfaat kepada orang lain, bisa dipastikan selalu dibutuhkan oleh mereka. Kita? Sesekali orang lain itu mbok ya membutuhkan kita gitu loh. Tapi mengapa yang terjadi malah sebaliknya ya? Mereka malah mengira seolah kita ini tidak ada. Sekalipun kita sudah menyodor-nyodorkan wajah kita. Tetap saja masih tidak mereka lihat. Sudah beriklan, bahkan. Tapi juga tidak ditanggapi. Barangkali, karena kita belum bisa menjadi pribadi yang manis bagi mereka. Karena sudah menjadi fitrah manusia untuk mengerubuti segala sesuatu yang terasa manis.seperti saya
J
3. Tetaplah manis, maka sepahmu tidak pernah dibuang.

Mari berhenti untuk marah atau kecewa jika orang lain membuang kita karena mereka menilai kita sudah menjadi sepah. Mereka tidak salah. Kitalah yang harus berpikir bagaimana caranya supaya tidak menjadi sepah. Sebab jika kita masih tetap memiliki rasa manis itu, mereka tidak akan membuang kita, percayalah. Saya mengenal seorang eksekutif senior yang mumpuni. Setelah memasuki masa pensiun dari jabatanya yang tinggi, saya pikir beliau akan menjadi seperti ‘tebu-tebu’ yang lainnya. Ternyata saya keliru. Perusahaan kemudian memperpanjang masa kerjanya dengan system kontrak. Lalu beliau berpindah ke perusahaan lain. Lalu beliau ditarik lagi oleh perusahaan lainnya. Bagi saya, beliau inilah salah satu living legend mereka yang tidak pernah membiarkan dirinya ‘kehilangan rasa manis’. Meski usianya sudah jauh melampaui masa pensiun, beliau tetap manis. Rasa manis yang masih tetap lestari didalam dirinya itulah yang menjadikan beliau tetap menjadi rebutan perusahaan-perusahaan besar. Jadi jika kita tidak ingin menjadi sepah yang dibuang, maka kita harus memastikan bahwa kita tetap menjadi pribadi yang manis.
4. Nikmatilah rasa manis secukupnya, tidak berlebihan.

Sekarang, cobalah ambil sesendok gula terbaik yang Anda miliki. Lalu suapkan sesendok gula itu kedalam mulut Anda, dan kunyahlah. Apakah Anda masih menikmati rasa manisnya? Pada dasarnya, semua orang menyukai rasa manis. Namun, tak seorang pun bisa melahapnya terlalu banyak. Kita semua mendambakan manisnya kehidupan. Dan kita sering terlalu serakah untuk merengkuhnya sendirian. Bahkan gula pun mengajari kita bahwa terlalu banyak rasa manis membuat kepala kita pusing, bahkan kita bisa mengalami sindrom toleransi insulin. Sungguh keliru jika kita mengira hidup yang manis itu adalah yang semuanya serba indah. Tidak. Justru hidup yang terlalu indah cenderung menjadikan kita pribadi yang serakah. Semacam sindrom toleransi insulin kehidupan. Tidak peduli betapa banyak insulin yang diproduksi dalam tubuh Anda, gula akan tetap menumpuk dalam darah Anda. Tahukah Anda apa yang terjadi ketika dalam darah kita terdapat lebih banyak gula dari yang seharusnya? Hmmmh, Anda tentu paham yang saya maksudkan. Bahkan rasa manis kehidupan yang terlalu banyak pun bisa membahayakan kehidupan diri Anda sendiri. Maka nikmatilah rasa manisnya kehidupan, namun tidak perlu berlebihan.
5. Semanis apapun kita, tidak bisa lepas dari fitrah.

Sepah di kebun tebu kami jumlahnya tidak terlalu melimpah. Namun jika dibiarkan tetap saja menjadi sampah. Kami punya banyak pilihan untuk memperlakukannya. Jika kami membuangnya ke kolong kandang domba, maka sepah itu akan menambah nutrisi pada pupuk kandang yang kami dapatkan. Jika kami membuangnya ke kolam ikan, maka dia akan menjadi tempat tumbuhnya plankton dan jentik-jentik makanan penggemuk ikan. Jadi, apanya yang terbuang dari seonggok sepah? Tidak ada. Sepah benar-benar menyadari bahwa dia tidak bisa melawan fitrah. Semua orang yang pernah muda akan menjadi tua. Semua yang gagah perkasa akan menjadi tak berdaya. Semua yang kuat menjadi lemah. Itulah fitrah. Tetapi mari sekali lagi kita lihat sang sepah. Bahkan setelah masuk tempat sampah, dia tetap saja menjadi anugerah. Jika kita ikut mengimani konsepsi hidup setelah mati, maka kita lebih beruntung lagi. Karena dengan keyakinan itu kita kita bisa berharap memetik buah manis tabungan kebaikan yang pernah kita lakukan semasa hidup. Kita boleh berharap itu, karena iman kita mengajarkan bahwa setiap amal baik yang pernah kita lakukan atas nama Tuhan, akan membuahkan imbalan yang sepadan. Beruntunglah kita yang percaya, karena setidak-tidaknya kita memiliki harapan; bahwa fitrah kita adalah untuk mempersiapkan tempat pulang alam keabadian.zakat,infaq dan sedekah yuk…
J
Tidak perlu lagi untuk merasa kecewa karena telah dihempaskan oleh lingkungan yang Anda harapkan memberikan penerimaan. Mungkin mereka benar telah menghempaskan kita karena kita belum bisa memberi rasa manis yang mereka butuhkan. Mungkin juga mereka keliru karena tidak bisa menghargai rasa manis yang kita miliki. Tetapi, bukan itu yang perlu menjadi fokus perhatian kita sekarang. Cukuplah untuk selalu memikirkan, bagaimana caranya agar kita bisa memberikan lebih banyak lagi rasa manis? Karena dengan rasa manis yang kita tebarkan, kita tidak perlu meneriaki para semut untuk mengerubuti. Insya Allah, cepat atau lambat; mereka akan datang sendiri.

Keseimbangan Antara Penghidupan dan Kehidupan



Ketika seseorang tengah berjuang untuk mendapatkan nafkahnya, kita biasa menyebutnya ‘sedang mencari penghidupan’. Sedangkan ketika seseorang memberi nilai kepada dunia dengan apa yang bisa dilakukannya, maka kita menyebutnya; ‘berkontribusi kepada kehidupan’. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun mirip, namun antara ‘penghidupan’ dan ‘kehidupan’ itu terdapat perbedaan yang signifikan. Albert Schweitzer menggambarkannya dalam sebuah kalimat yang indah; “We make a living by what we get, but we make a life by what we give”. Kita memperoleh penghidupan dengan apa yang kita dapatkan, namun kita membangun kehidupan dengan apa yang kita berikan. Dalam nasihat itu ada sebuah isyarat untuk terus gigih berusaha agar mendapatkan nafkah yang layak. Namun pada saat yang sama, kita diingatkan untuk berkontribusi kepada orang lain. Mengapa? Karena nilai hidup kita tidak semata-mata ditentukan oleh pendapatan kita, melainkan oleh kontribusi kita.

Mana yang harus didahulukan; penghidupan ataukah kehidupan? Idealnya, keduanya bisa berjalan saling beriringan. Namun, hal itu bukan soal yang mudah. Kebutuhan nafkah sering menempatkan saya pada situasi dimana ‘mendapatkan’ sesuatu harus menjadi prioritas sehingga ‘memberikan’ sesuatu sering terabaikan. Awalnya saya percaya bahwa ‘nanti kalau saya sudah sukses’ maka saya akan bisa ‘memberi atau melakukan sesuatu’ untuk orang lain. Namun, kenyataannya saya tidak pernah sampai kepada titik yang bernama ‘nanti’ itu. Hal itu berlangsung terus sampai saya menemukan bahwa kita bisa berkontribusi melalui hal-hal yang paling sederhana.

Utk memulainya kita mempraktekkan 5 pemahaman


1.Berkontribusi tidak selalu berupa materi
Selama masih mengira bahwa berkontribusi harus selalu dengan materi maka seseorang akan selalu dihadapkan kepada perbenturan antara kebutuhan keluarganya dengan ‘panggilan hati’. Oleh sebab itu, wacana kontribusi sering menjadi seperti hak istimewa orang-orang yang memiliki kelapangan harta. Jika untuk memenuhi keperluan biaya sekolah anak saya saja masih harus pusing tujuh keliling, bagaimana saya bisa melakukan sesuatu bagi orang lain? Untungnya, guru kehidupan saya mengingatkan bahwa memberi tidak harus selalu berupa materi. “Jika Engkau punya tenaga, maka tenagamu adalah sumberdaya utama dalam berkontribusi,” begitu nasihatnya. Mungkin dengan waktu, atau ilmu yang Engkau miliki. Mungkin dengan sekedar sebuah kalimat penyemangat. Atau, bahkan sekedar dengan senyum yang menyenangkan hati orang-orang yang melihatmu. Ada banyak cara untuk berkontribusi. Dan semuanya itu, tidak harus berupa materi.

2.Menemukan misi hidup
Kita sering melihat orang-orang yang tanpa lelah terus berkontribusi kepada kehidupan orang lain. Sekalipun untuk itu mereka harus berbagi energy dan usaha. Bahkan disaat hidupnya sendiri sedang ‘tidak terlampau indah’, mereka terus gigih untuk membuat hidupnya berarti. Mengapa begitu? Seseorang mengajarkan sebuah jawaban yang membuat hati saya terpana. “Misi hidup,” katanya. Yakinlah bahwa kehadiran kita di muka bumi bukanlah tanpa misi. Sayangnya, kita sering lupa atas misi yang kita emban itu sehingga kita terlena dalam jibaku perjuangan mempertahankan hidup. Akhirnya kita tenggelam dalam kesibukan mencari penghidupan. Suatu hari, seseorang bertanya kepada saya “Apa misi hidupmu Nak?” Saya tidak dapat menjawabnya. “Temukan itu didalam hatimu,” katanya. “Tanpa itu, Engkau tidak akan pernah menjadi rahmatan lil’alamin”

3.Hidup bukan sekedar soal duniawi
Kita sudah sejak lama percaya akan adanya kehidupan setelah kematian. Jika hal itu benar, maka setiap tindakan kita selama hidup di dunia menjadi patokan seberapa baiknya kualitas kehidupan kita dialam setelah kematian. Semakin banyak kontribusi yang kita berikan semasa hidup, semakin baik pula apa yang bisa kita dapatkan di dunia baru yang kelak akan kita huni. Jika kontribusi kita hanya sedikit, barangkali hanya sedikit juga apa yang akan kita dapat. Lantas, bagaimana jadinya kehidupan kita nanti jika kita tidak berkontribusi sama sekali? Pantaslah jika guru kehidupan saya selalu mengingatkan bahwa;”sebaik-baiknya manusia adalah dia yang paling banyak memberi manfaat bagi orang lain.” Beliau mengingatkan agar tidak terlalu sering terjebak untuk mengurusi kepentingan-kepentingan pribadi semata. Apalagi sampai terjebak dalam ego yang menutupi hati sehingga sangat sulit untuk dimasuki panggilan-panggilan suci. Padalah, hidup bukan sekedar soal duniawi.

4.Bertemanlah dengan orang-orang yang positif
Hidup adalah pertanda masih adanya energy didalam diri kita. Sedangkan energy didalam setiap individu merupakan perpaduan antara energy positif dan energy negatif. Maka wajar jika bentuk aliran energy didalam diri kita sangat dipengaruhi oleh bentuk energy yang ada di sekitar kita. Sangat sulit untuk menjadi positif jika kita dikelilingi oleh orang-orang yang bersikap negatif, misalnya. Atau sebaliknya, saat berinteraksi dengan orang-orang yang bersikap dan bertindak secara positif, kita jadi lebih mudah untuk melakukan hal-hal yang positif. Hal itu pasti terjadi baik secara terpaksa maupun sukarela. Di lingkungan orang-orang positif kita akan ikut ‘terbawa arus’ positif. Jadi jika ingin ‘merasa ringan hati’ saat melakukan hal-hal yang positif, maka sebaiknya kita memperbanyak teman yang bersikap positif.

5.Memberi ruang kepada orang-orang yang berkontribusi
Meskipun kita percaya bahwa cara untuk berkontribusi itu begitu banyaknya, tetapi tidak berarti kita bisa ikut berkontribusi. Boleh jadi karena kondisi tidak memungkinkan. Atau mungkin karena kita tidak ingin berkontribusi saja. Bagaimana pun juga kita adalah tuan bagi kehidupan kita sendiri sehingga kita berhak untuk menentukan apapun yang ‘kita lakukan’ atau ‘tidak kita lakukan’. Namun, kebebasan itu juga berarti bahwa kita tidak memiliki hak untuk menghalangi orang lain yang hendak berkontribusi untuk kehidupan dunia yang lebih baik. Artinya, bersamaan dengan kewenangan kita untuk menentukan pilihan hidup kita sendiri terselip sebuah kewajiban untuk menghargai aspirasi orang lain untuk berkontribusi. Maka sudah sepatutnya kita memberi ruang kepada orang-orang yang berkontribusi, bukan? Sebentar dulu. Jika Anda memberi ruang kepada orang-orang yang hendak berkontribusi; maka sesungguhnya Anda pun sudah berkontribusi lho.

Atasi Fobia dan Trauma dengan Hipnoterapi





Atasi Fobia dan Trauma dengan Hipnoterapi
October 03, 2010 admin

Fobia berasal dari kata phobos (Yunani) yang berarti “ketakutan”. Fobia adalah suatu ketakutan yang tidak normal dan tidak beralasan terhadap suatu obyek atau situasi tertentu. Fobia sebenarnya merupakan hal yang wajar-wajar saja. Artinya fobia janganlah disamakan dengan penyakit.

Secara umum para ahli membagi fobia menjadi tiga kategori, yakni :

a. Agoraphobia (takut berada di tempat umum);

b. Fobia sosial (takut atau menghindari situasi sosial);

c. Fobia yang spesifik, yaitu ketakutan yang irasional terhadap suatu obyek atau situasi.

Saat individu mengalami fobia, biasanya muncul rasa cemas atau panik, namun tanpa dasar yang jelas. Sedangkan pada ciri ciri yang dirasakan seperti :

* fisik gemetar,
* jantung berdebar-debar,
* terkadang disertai nafas yang tersengal-sengal.

Fobia terbentuk oleh sebuah pengalaman buruk yang sangat ekstrim ataupun rentetan peristiwa yang sangat menakutkan (traumatik) dimasa lalu.

Rentang waktu terbentuknya Fobia dapat dimulai sejak kanak kanak seperti trauma kelahiran hingga dewasa seperti trauma naik pesawat.

Pada kebanyakan orang, fobia tidak dianggap hal yang menakutkan atau sangat mengganggu dirinya, ini dikarenakan terdapat beberapa jenis fobia yang memang mudah dihindari seperti :

* fobia ular,
* kalajengking,
* cacing, dll.

Lebih dari 10% dari orang di dunia ini mengalami fobia sederhana pada suatu waktu. Namun, apabila fobia tersebut sangat erat hubungannya dengan performa/kinerja seseorang seperti fobia naik pesawat, lift, ketinggian, dll hal tersebut sangat menganggu kinerja individu yang bersangkutan serta dapat menghambat karir dan kehidupannya

Dapat dibayangkan apabila seorang pengusaha yang harus melakukan negosiasi kepada rekan bisnisnya di luar negeri mengalami fobia takut pesawat, maka ia sangat tersiksa dengan fobia yang melanda dirinya.

Hal tersebut sebenarnya terjadi karena “pikiran kita sangat berpikir secara kreatif terhadap sebuah momen atau kejadian tertentu”, melalui “daya imaginasi“, “persepsi” dan “ilusi pikiran”. Biasanya fobia tersebut muncul setelah mengalami sebuah “traumatik”. Inilah mengapa terjadi sebuah ketakutan yang tidak beralasan.

Untungnya, hipnoterapi memberikan teknik penyembuhan yang sangat efektif untuk masalah-masalah fobia tersebut. Hal ini dikarenakan hipnoterapi menawarkan sebuah teknik relaksasi sebagai lawan atau kebalikan dari ketakutan berlebih tersebut. Ketika seseorang melakukan teknik relaksasi maka ia belajar bagaimana merespon sebuah obyek atau situasi yang ditakutinya tersebut.

Prosedur hipnoterapi untuk mengatasi fobia bekerja dengan cara :

a. Memisahkan stimulus (pemicu objek) dari respon emosionalnya;

b. Mengenali dan memahami kronologis stimulus (pemicu objek);

c. Melakukan “updating”/menginformasikan ulang pikiran dengan hal yang lebih baru dan lebih realitis untuk direspons.

Mau tau tentang hipnotherapy dan berbagai langkah melakukannya kepada orang tercinta Anda?

hub : 08176624409/02168533586

Salam Wisdom Hypnotherapy

I LOVE U FOREVER




I LOVE YOU FOREVER

Tit.. tiit ? "I love u". Setiap pagi aku menerima SMS bernada seperti itu. Atau terkadang berupa gambar yang melambangkan cinta. Bukan siapa-siapa, karena wanita yang rajin tak pernah absen mengirimiku ungkapan cinta itu tak lain adalah istriku sendiri. Kemarin kuberitahu dia bahwa tindakannya itu memalukan, untuk sebuah keluarga yang sudah memiliki dua anak, tidak usahlah 'cinta-cinta-an' seperti halnya orang pacaran atau pengantin baru saja. Tapi ia tidak menggubrisnya, bahkan ia semakin sering dengan menambah rutinitas itu pada setiap sorenya.

Enam setengah bulan lalu, malah dia melakukan satu seremoni yang bagiku hanyalah buang-buang uang saja dan tak selayaknya ia melakukan itu. Malam itu sesampainya aku di rumah, kudapati rumahku hanya diterangi oleh lampu yang remang-remang. Rupanya istriku mengganti lampu ruangan makan kami, agar terkesan lebih romantis, katanya. Sementara dua anakku sudah terlelap menikmati mimpinya, kulihat beberapa batang lilin menyala diatas meja makan yang diatasnya sudah tersedia hidangan penuh selera yang menjadi kesukaanku. Dengan gaun malamnya, ia terlihat begitu cantik. Aku baru ingat, hari itu adalah ulang tahun ketiga pernikahan kami. Bahkan satu bulan sebelumnya, ia mengajakku keluar bersama anak-anak. Kami makan di sebuah restoran yang cukup bagus. Ia yang membayar semuanya, katanya. Pikirku, dari mana ia mendapatkan uang, toh ia tak bekerja. Akhirnya kuketahui itu uang yang ia sisihkan dari jatah bulanan yang kuberikan. Hanya saja bagiku, sekedar merayakan ulang tahunku tidak perlu repot-repot dan mahal seperti ini. Cukup dengan membeli makanan di pasar dan dimakan bersama-sama, selesai, yang penting kita bersyukur kepada-Nya bahwa kita masih diberikan kekuatan dan kesabaran dalam mengemban amanah-Nya sampai usia kita bertambah hari itu.

Yang kuheran, malam sebelumnya tepat pukul 00.01 WIB ketika detik pertama pada tanggal kelahiranku, sebuah kecupan hangat mendarat di keningku. Kubuka perlahan mataku dan kudapatkan senyumannya yang manis. Malam itu ia menghadiahiku sebuah jam tangan yang didalam bungkus kadonya terdapat sebuah kartu ucapan bertuliskan: "Take My Heart In Your Arm".

O ya, sekedar memberitahu, handphone yang kupakai sekarang ini adalah handphone hadiah darinya pada saat ulangtahun pernikahanku enam setengah bulan yang lalu itu. Aku sempat menolaknya, karena handphone-ku sebelumnya juga masih bagus. Dengan sedikit senyum ia menghulurkan sebungkus kado cantik itu. Didalamnya, kutemukan kembali sebuah kartu bertuliskan sebuah pesan (harap) singkat: "Keep In Touch, Please?". Lucunya, aku lupa bertanya, bagaimana cara ia mendapatkan barang semahal itu. Ah mungkin karena aku sedang terkagum-kagum saja kepada istriku itu, yang membuat aku lupa.

SMS terakhir yang aku terima pagi ini, masih sama isinya. Namun entah kenapa hari ini aku menitikkan air mata. Kuperhatikan kembali rangkaian kata-kata dalam pesan itu, padahal setiap hari aku membacanya. I-L-O-V-E-U. kuperhatikan satu persatu huruf yang terangkai singkat itu, namun titik air dari mataku semakin bertambah. Aku jadi teringat dengan handphone hadiah darinya, teringat dengan makan malam istimewa nan romantis saat ulang tahun pernikahanku enam setengah bulan yang lalu, jam tangan hadiah darinya saat ulangtahunku, semua perhatian, cinta dan kasih sayangnya kepadaku. Ooh ?

Tiba-tiba mataku menatap lingkaran merah di satu tanggal pada kalender mejaku. Disitu tertulis, "Ultah istriku". Ya Allah? aku hampir saja melupakannya kalau besok adalah hari ulang tahunnya. Sementara hari sudah sore, aku bingung harus menyiapkan hadiah apa untuknya, padahal uangku sudah habis, tak mungkinlah jika aku meminta kepadanya untuk membeli hadiah untuknya, jelas nggak surprise.

Akhirnya, aku nekat menelepon beberapa teman dan karibku, atau siapapun yang bisa kupinjam uangnya. Aku ingin memberinya sesuatu. Namun, apa daya, tak satupun dari mereka bisa meminjamkannya karena memang selain mendadak, bukan tanggal yang tepat bagi siapapun untuk meminjam uang di tanggal tua. Aku lemas, hari sudah terlalu malam bagiku untuk mengetuk pintu orang kesekian untuk kupinjami uangnya. Lagipula toko-toko mulai tutup, kalaupun aku mendapatkan uangnya, sudah terlambat untuk membeli sesuatu. Langkahku gontai, aku malu jika pulang tak membawa apa-apa. Aku menyesal, rupanya kesibukan dan sifat egoisku yang selama ini menutupi semua perhatian dan cinta yang diberikannya, hingga tak sekalipun aku membalasnya. Sambil berjalan, lalu terbetik sebuah ide kecil dibenakku? Aku pulang, kudapati rumahku sudah sepi, istri dan kedua anakku sudah terlelap. Aku tak ingin membangunkan mereka. Belum juga mataku merapat karena masih membayangkan betapa menyesalnya aku yang telah mengabaikan perhatian dan kasih sayangnya selama ini, bahkan tak sepatah kata 'terima kasih' pun aku ucapkan untuk semua cintanya itu.

Satu jam kemudian, istriku terbangun untuk menunaikan sholat malamnya. Biasanya ia membangunkan aku (atau sebaliknya jika aku bangun terlebih dulu) untuk sholat bersama. Namun ia tak segera, karena kuyakin matanya langsung menatap setangkai bunga mawar merah yang kuletakkan disamping bantal tidurnya. Sementara aku masih berpura-pura terlelap, namun mataku sesekali menangkap senyuman di bibirnya ketika ia membaca kertas kecil yang kuikatkan ditangkai bunga itu, "Maafkan abang dik, yang telah melupakan perhatian dan cinta adik. Bunga ini memang tidak akan mampu membalas semua yang telah adik berikan.. with love?"

Sahabat, berapapun usia pernikahan kita, tetaplah perbaharui cinta berdua dengan senantiasa memberikan perhatian dan kasih sayang. Sehingga kelak, cita-cita berdua sampai di surga-Nya bukanlah sekedar impian. Dengan cinta dan perhatian yang tulus kepada pasangan kita, segala cobaan, ujian seberat apapun akan mampu diatasi bersama, selamanya, tanpa harus berakhir dengan tangis dan penyesalan. Sehingga juga dengan itu, waktu yang kita punya tak habis terpakai untuk menyelesaikan semua persoalan, dan kita bisa lebih memfokuskan harap dan do'a semoga Allah tersenyum juga mencurahkan cinta-Nya karena kasih dan sayang setiap hamba kepada pasangannya.
 

light of dream Copyright © 2009 Flower Garden is Designed by Ipietoon for Tadpole's Notez Flower Image by Dapino